|

Rabu, 10 April 2013

Home arrow arrow 13 Fakta di Balik Gaya Margaret Thatcher
13 Fakta di Balik Gaya Margaret Thatcher
Published by Admin   
Rabu, 10 April 2013 - 23.43.00 | Tamu Online
13 Fakta di Balik Gaya Margaret Thatcher  
Tas tangan peninggalan Margaret Thatcher. Foto: dailymail.co.uk

London - Inggris boleh jadi terbelah menyambut kepergian Mantan Perdana Menteri Margaret Thatcher, Senin lalu. Banyak yang meneteskan air mata, tapi tak sedikit pula yang bersuka cita. Namun, Iron Lady, sebutan Thatcher, tetap akan dikenal publik sebagai perempuan bercita rasa tinggi.

Inilah beberapa fakta menarik dari sisi hidup Thatcher yang "sadar gaya":

1. Tas tangan Thatcher muncul sebagai simbol keuletan dan gaya negosiasi perusahaan. Seorang anggota Parlemen Inggris mengatakan pada tahun 1982, "Dia tidak bisa terlihat di sebuah lembaga Inggris tanpa mengenakan tas tangannya." Istilah handbagging kemudian menjadi sebuah frase tersendiri dan akhirnya dimasukkan dalam Kamus Inggris Oxford.

2. Thatcher pernah menggambarkan tasnya sebagai "satu-satunya tempat aman" di Downing Street, kantor Perdana Menteri Inggris.

3. Thatcher sangat kaku tentang apa yang dia makan. "Seringkali inilah yang terbaik. Lakukan tanpa benar-benar. Anda tidak bakal menikmatinya karena ini akan bertahan di pinggul Anda," katanya tentang roti dengan selai yang indah serta cokelat. "Terkadang saya merasa sulit menghentikannya." "Mereka menempatkan roti yang indah di samping Anda," kata dia. "Dan Anda mencoba untuk tidak memakannya, bahkan jika Anda sedang menunggu waktu yang sangat lama di antara sebuah kursus."

4. Dia dikenal sebagai T.B.W, That Bloody Woman. Nyonya Tatcher sering dikritik karena suaranya yang dianggap terlalu melengking. Pakaiannya juga dianggap terlalu rewel dan ketinggalan zaman. Gigi tidak teraturnya bahkan sering menjadi subyek kritikan.

5. Dia rajin membersihkan dan melembabkan kulitnya setiap hari. "Saya lakukan sejak remaja. Saya telah melihat kulit saya setelahnya," kata Thatcher tentang kecantikannya. "Saya tidak pernah menggunakan sabun dan air untuk kulit saya, meskipun saya datang dari sebuah keluarga yang sangat terobsesi dengan sabun dan air. Meski terlambat atau pun lelah, saya tetap menggunakan pembersih untuk menghilangkan riasan di wajah saya. Lalu saya gunakan pelembab yang baik."

6. Pengecer Marks & Spencer sering mengirim koleksi pilihan yang disukai Thatcher.

7. Ketika mengundang Katharine Hamnett--perancang kenamaan Inggris--ke kantor perdana menteri, Thatcher menjerit ngeri kala menyadari tamunya mengenakan t-shirt bertuliskan "58% Don't Want Pershing" sebagai protes terhadap keputusan Perdana Menteri Thatcher yang memberi peluang bagi Amerika Serikat menempatkan rudal Pershing di Inggris.

8. Mendiang Presiden Prancis Francois Mitterrand menggambarkan penampilan Margaret Thatcher sebagai "Brigitte Bardot dengan mata Caligula". Brigitte Bardot ialah aktris dan model seksi dari Prancis. Sedangkan Caligula ialah kaisar Romawi yang dikenal dengan sangat kejam.

9. Thatcher membuat transformasi dari rambut pirang ala pelayan bar ke warna yang lebih klasik sehingga tampak lebih serius. Namun, dia ingin agar perubahan warna rambutnya dilakukan secara langsung. "Dia tidak senang ketika saya mengatakan padanya bahwa koreksi warna rambutnya harus dilakukan secara bertahap!" kata penata rambut Daniel Galvin kepada Elle.

10. Setelan pucat Thatcher sering digunakan untuk menandai penderitaannya setelah para simpatisan menyentuhnya, "I love it," katanya. "Menyentuh adalah suatu hal yang penuh kasih sayang."

11. "Saya harus ingat untuk menjaga kepala saya sepanjang waktu," kata Thatcher berkaitan dengan bagian tubuh yang paling tidak menarik dari seorang wanita tua. "Jika Anda menurunkan dagu pada saat berpidato, maka kemudian Anda akan melihat dagu ganda."

12. The Iron Lady dikabarkan menyukai Aquascutum, merek busana asli Inggris. Menurut mantan direktur Aquascutum, Margaret King--yang kemudian menjadi penata busana Thatcher, "Dia mencintai Aquascutum karena itu sebuah perusahaan keluarga di Inggris. Ibunya adalah seorang penjahit dan ia hanya mengagumi etos perusahaan."

13. Thatcher sangat paham betapa pentingnya gaya rambut yang baik. Dia sering menulis surat kepada para Duta Besar Inggris ketika melawat ke luar negeri. Dia meminta penata rambut lokal yang baik, yang biasa menggunakan rol rambut merek Carmen.

TELEGRAPH | AGOENG WIJAYA

 

Artikel Terkait
Artikel Terbaru

KOMENTAR ANDA

Comments

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Terkini
Populer
Komentar
Latest News
LATEST UPDATE
 
Versi Mobile : m.zonaht